Rabu, 13 November 2024

Officer Black Belt

Berawal dari melihat postingan seseorang yang mengatakan "saya ngerasa belakangan ini saya cepat bosan menonton video dengan durasi panjang karena setiap hari mengkonsumsi video pendek dari media sosial". melihat postingan itu, saya mengoreksi diri sendiri sehingga akhirnya menyetujui apa yang ia katakan. Sepertinya, 5 tahun yang lalu saya suka sekali menonton drama korea yang durasi nya panjang. Namun setahun belakangan ini saya merasa ketertarikan saya akan drama mulai memudar. Bahkan ketika teman-teman saya mengisi obrolan dengan drama yang sedang banyak dibicarakan saya sama sekali tidak bisa menimpali obrolan mereka. Tidak menonton drama bukan berarti hari-hari saya lebih produktif ya hehee. Saya rasa media sosial belakangan lebih menarik dilihat, dari beberapa jam saja kita bisa mendapat banyak informasi, entah itu berita terkini sampai resep masakan yang ingin saya coba namun selalu berakhir di arsip penyimpanan saja.


--spoiler alert!--

Officer Black Belt, akhirnya film ini menjadi pilihan tontonan saya malam ini. Tentu tanpa popcorn, cemilan atau minuman manis, karena malam hari waktunya saya menahan godaan untuk menambah asupan makanan. Film ini ber-genre laga komedi. Salah satu genre favorit saya. Namun ajaib ceritanya bisa membuat saya meneteskan air mata di menit-menit terakhirnya.

Dalam film itu diceritakan bahwa negara Korea Selatan memiliki petugas yang mengawasi orang-orang yang baru keluar di penjara. Mereka yang baru keluar dari penjara dipasangkan gelang hitam sebagai pelacak pergerakan mereka yang terpasang di kaki mereka. Tujuan nya supaya kejahatan yang dahulu mereka lakukan sebelum di penjara tidak terulang lagi, karena dengan gelang itu sebagai penanda mereka masih dalam pengawasan.

Diare (aka Lee Jung Do), adalah panggilan nya. Dia mempunyai tiga sahabat dan satu Ayah yang sangat menyayangi nya. Hangat sekali di awal melihat komunikasi sehat di antara mereka. Ayahnya memiliki kedai makanan, kegiatan ia sehari-hari adalah membantu ayahnya mengantar ayam goreng ke konsumen dan di sela-sela itu ia isi dengan bermain games dan berlatih bela diri. Bela dirinya luar biasa keren, dia tak terkalahkan. Sampai akhirnya ia ditawarkan untuk bergabung menjadi salah satu "petugas bela diri" di officer black belt.

Kasus yang diangkat dalam film ini adalah kebanyakan tentang pelecehan seksual yang dialami wanita dan anak-anak. Berkali-kali Jung Do berhasil dalam operasi misi pencegahan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang dalam pengawasan gelang tersebut. Kisah yang membuat sedih adalah ketika Jung Do berhasil menyelematkan seorang anak yang akan menjadi korban pelecehan. Dia tertusuk dan sekarat sampai kehilangan kerabatnya sesama petugas. Namun kabar baiknya dia selamat, kabar buruknya penjahat seksual itu tidak tertangkap.

Jung Do mendapat ucapan terima kasih dari keluarga korban namun ucapan terima kasih itu dilanjutkan dengan kabar bahwa anak tersebut akhirnya trauma dan tidak berani keluar rumah dalam waktu yang lama. Mendengar kabar itu Jung Do akhirnya bertekad untuk menangkap penjahat itu apapun yang terjadi. Ia dibantu teman-teman nya menjalankan misi tersebut. Dengan segala kecerdikan mereka akhirnya mereka berhasil menangkap penjahat tersebut.

Dialog dan pembawaan ekspresi semua pemain sampai sekali di saya pribadi sebagai penonton. Adrenalin, komedi dan kisah yang menyayat hati berhasil di suguhkan dengan epik. Saya berhasil menumpahkan emosi negatif karena terlalu kesal dengan penjahat-penjahat yang ada di dalamnya. Seperti nya mereka diciptakan untuk menjadi sampah yang sulit di basmi di bumi. 

Akhirnya, jiwa saya yang sabar menonton film dengan durasi lebih dari 1 jam ternyata masih ada. Saya suka sekali menonton di bioskop, namun entah kenapa jika untuk meniatkan menonton di laptop atau hp saya harus berfikir berkali-kali, lagi-lagi pelarian saya ke media sosial. Hari ini saya senang, karena otak saya kembali tereflash dengan alur cerita officer black belt.

Minggu, 03 November 2024

Menerima Ketika Dewasa

Takdir kadangkala jalan nya membuat terkejut. Tak pernah terbesit dalam pikiran ku jika aku akan menjadi salah satu dari seorang yang merasakan "sesuatu itu". Manusia yang sebagian hidupnya tidak luput dari rasa kurang percaya diri. Sulit mengungkapkan apa keinginannya. Bekerja dalam diam dan tenang. Lebih memilih di balik layar. Bahkan rasa integritas dan loyalitas nya belum sepenuhnya ia berikan. Ia hanya berjalan mengikuti alur. Mencoba melakukan apa yang ia bisa tentu dengan bantuan banyak rekan.

Halaman ini dipilih oleh Tuhan untuk aku yang akan memulai cerita baru. Rasa nyaman yang sudah aku bangun bertahun-tahun nyatanya harus kembali menyesuaikan dari awal. Teman berbagi tawa dengan rupa yang sama setiap harinya sepertinya kini harus berganti dengan wajah baru dan suara tawa yang baru pula. Susunan meja dan kursi yang berdempetan juga berhadapan mungkin tidak aku temukan lagi di sana. Aku masih sama, aku adalah orang yang ter-deskripsi pada paragraf pertama. Apakah bisa kau bayangkan, betapa lelah hari-hari itu aku lalui dengan pikiran yang penuh di kepala?

Apa harus aku? Mengapa harus aku? Sebanyak apapun aku bertanya dan sebanyak apapun jawaban yang aku dengar sampai saat ini belum ada yang jawaban yang bisa aku terima dengan lapang. Aku berkata "ya" artinya "aku menerima". Tapi nyatanya penerimaan di usia dewasa mengandung banyak makna. Menerima bukan berarti setuju. Menerima bukan berarti bersedia. Menerima bukan berarti bahagia. Menerima saat ini seperti keharusan "melanjutkan hidup". Bahwa ada campur tangan Tuhan yang tidak bisa aku halau dengan apapun.

Sudah sekitar 5 bulan sejak keputusan itu. Aku masih dengan orang yang sama. Yang pasti ter seok-seok mengikuti irama baru kehidupan. Mencoba bertahan di tengah guncangan badai perasaan. Ternyata benar, walau terlihat mudah, banyak hal tersembunyi yang tak bisa aku ceritakan. Aku sedang menerka apa yang aku jalani sudah benar? Arus mana yang harus aku ikuti? Apakah aku harus melawan arus?

Selamat malam, dari aku yang sedang bingung di batas ambang.