“Tidak ada yang
terlahir jelek. Kita hanya terlahir dimasyarakat yang suka menghakimi”
Aku sudah lama mendengar kata-kata itu. Kata-kata itu dari Kim Namjoon, seorang leader pada sebuah
grub idol kpop. Seakan menjadi penyembuh untuk kita yang suka merasa insecure entah itu karena wajah kita
atau karena tampilan kita. Bisa juga karena pola pikir kita yang menurut kita
belum bisa sehebat orang lain. Atau karena kesuksesan kita yang menurut kita
masih terlampau jauh untuk dibilang sebuah keberhasilan. Kenapa kita selalu
membandingkan diri kita dengan orang lain? Dan kenapa orang lain seakan berhak untuk
menghakimi kehidupan kita?
Aku yakin, orang hebat sekalipun yang terlihat sempurna di mata
dunia pasti pernah merasa tidak percaya diri dengan apa yang dia punya. Sebenarnya
solusi dari permasalahan ini adalah sabar dan syukur kan? Tentu kedua kata itu
terlihat mudah terucap namun sulit sekali dilaksanakan. Kita diminta sabar
ketika ada seseorang yang menghakimi kita. Kita juga diminta bersyukur untuk
semua yang Tuhan berikan kepada kita. Tapi aku rasa menangis bukanlah pilihan
yang buruk jika kita sudah merasa muak dengan semuanya.
Selain sabar dan syukur, bahagia adalah kunci untuk bertahan
hidup di dunia. Definisi bahagia setiap orang pasti berbeda bukan? Anak kecil
akan bahagia hanya karena sebuah permen, seorang pedagang akan bahagia jika ada
yang tertarik dengan barangnya, seorang penulis akan bahagia jika tulisanya bisa
bermanfaat untuk orang lain. Semua punya definisinya. Aku harap, kamu, aku dan
kita semua punya alasan bahagia yang begitu banyak. Sehingga tak ada waktu
untuk menyalahkan diri sendiri. Menangis dalam sepi memikirkan pendapat orang
lain yang menghakimi. Tidak ada yang sempurna karena “Kita hidup untuk menjadi
nyata, bukan menjadi sempurna (Suga-BTS)”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar